Skip to main content

Cita-Cita Syaikh Sudais Menjadi Imam Masjidil Haram

Postingan kali ini diambil dari website favorit saya...yaitu www.rumaysho.com , kepunyaan Ust. M. Abduh Tuasikal.

Di antara kita paling sering mendengar murothal atau tilawah quran dari Syaikh ‘Abdurrahman Sudais hafizhohullah. Beliau adalah salah satu imam dan khotib Masjidil Haram,  Makkah Al Mukarromah. Lihatlah suaranya begitu merdu dan lantunan qur’annya begitu syahdu. Beliau tidak hanya hafizh quran, namun beliau juga menjadi spesialis ilmu fiqih. Bagaimana cita-cita beliau di masa kecil? Berikut ceritanya.
Ketika Syaikh Sudais dalam usia anak-anak, ibunya selalu mengatakan padanya, “Wahai ‘Abdurrahman, hafalkanlah qur’an. Insya Allah engkau akan menjadi imam masjidil Harom.” Demikian dorongan motivasi dari ibunya agar Syaikh Sudais kecil bisa termotivasi menghafalkan qur’an.
Lalu setiap kali Syaikh Sudais kecil datang ke Masjidil Harom, ia melihat lebih dekat bagaimanakah tingkah laku imam di sana. Kemudian di pikirannya terbayang, apakah mungkin dia akan seperti itu (menjadi imam Masjidil Harom) dari hari ke hari?
Kemudian pikiran Syaikh Sudais kecil akhirnya terpancing. Dorongan dari ibunya tadi benar-benar memotivasinya. Lalu ia terbayang lagi dalam pikirannya, “Mungkinkah saya bisa menghafalkan qur’an tanpa ada yang keliru? Mungkinkah saya bisa melantunkan al qur’an tanpa membuat kesalahan?”
Akhirnya dengan karunia Allah, kita dapat lihat sendiri bagaimanakah bacaan beliau ketika memimpin shalat di Masjidil Harom. Lihatlah pula ketika beliau membaca ayat, hafalan beliau begitu kuat, tidak kita temukan cacat di sana-sini. Inilah fadhlullah, karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.[1]

***
Pelajaran dari kisah beliau di atas adalah:
1.       Dorongan motivasi dari orang tua sangat mendorong sekali seorang anak bisa menjadi sholeh dan bisa menjadi penghafal qur’an.
2.       Menghafalkan qur’an di masa kecil seperti seseorang begitu mudah mengukir di batu. Namun tidak ada kata terlambat untuk menghafal qur’an. Ada beberapa kisah nyata yang menunjukkan bahwa ada orang tua yang sudah berumur kepala lima (55 tahun) menghafalkan qur’an. Ada yang berumur 60 tahun juga menjadi hafizh qur’an. Itulah karunia Allah.
3.       Untuk menghafalkan qur’an haruslah seseorang diberi motivasi bahwa Al Qur’an itu mudah untuk dihafal. Motivasi semacam ini akan membuat anak kecil atau yang lainnya semakin terdorong untuk menghafalkan qur’an, berbeda jika diberi motivasi sebaliknya.
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآَنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar: 17).
Moga dengan taufik dan kemudahan dari Allah kita dapat menjadi bagian dari orang-orang yang menjadi hafizh qur’an secara sempurna. Jika kita selaku orang tua, jangan lupa memotivasi anak-anak kita untuk menghafalkan qur’an, karena itu akan meninggikan derajat anak kita di dunia dan akhirat, orang tua pun akan tertular kebaikannya. Jangan lupa iringi dengan do’a.
Wallahu waliyyut taufiq.

Comments

Popular posts from this blog

Kekuatan Do'a

Seorang istri menceritakan kisah suaminya pada tahun 1415 H, ia berkata : Suamiku adalah seorang pemuda yang gagah, semangat, rajin, tampan, berakhlak mulia, taat beragama, dan berbakti kepada kedua orang tuanya. Ia menikahiku pada tahun 1390 H. Aku tinggal bersamanya (di kota Riyadh) di rumah ayahnya sebagaimana tradisi keluarga-keluarga Arab Saudi. Aku takjub dan kagum dengan baktinya kepada kedua orang tuanya. Aku bersyukur dan memuji Allah yang telah menganugerahkan kepadaku suamiku ini. Kamipun dikaruniai seorang putri setelah setahun pernikahan kami. Lalu suamiku pindah kerjaan di daerah timur Arab Saudi. Sehingga ia berangkat kerja selama seminggu (di tempat kerjanya) dan pulang tinggal bersama kami seminggu. Hingga akhirnya setelah 3 tahun, dan putriku telah berusia 4 tahun… Pada suatu hari yaitu tanggal 9 Ramadhan tahun 1395 H tatkala ia dalam perjalanan dari kota kerjanya menuju rumah kami di Riyadh ia mengalami kecelakaan, mobilnya terbalik. Akibatnya ia dimasukkan ke Rumah...

Kontemplasi dan Refleksi Diri

Diambil dari blog nofieiman: Ada seorang pria bermain biola di stasiun kereta api bawah tanah di Washington. Ia memainkan 6 karya gubahan Sebastian Bach selama satu jam. Selama itu pula, ada sekitar 2.000 orang mondar-mandir melewatinya. Sebagian besar adalah mereka yang berangkat ke kantor masing-masing. Di 3 menit pertama, ada seorang paruh baya memperhatikan permainannya. Ia memperlambat jalannya dan berhenti sesaat untuk melihatnya bermain. Tapi kemudian ia bergegas untuk melanjutkan perjalanannya. Empat menit kemudian, seorang wanita melemparkan uang $1 kepadanya tanpa berhenti dan tetap meneruskan langkahnya. Enam menit kemudian, seorang anak muda merapat untuk mendengarkan permainannya. Tapi tak berapa lama, anak muda tadi memperhatikan arlojinya, lalu beranjak pergi. Sepuluh menit kemudian, seorang anak kecil berusia 3 tahun berhenti memperhatikannya bermain. Namun ibunya menarik anak itu untuk bergegas melanjutkan perjalanan. Anak kecil itu masih menoleh d...

Ilmu, Investasi Terbaik

Alhamdulillah, Segala Puji Hanya Bagi Allah Azza Wa Jalla. Sudah lama tidak mengupdate blogspot ini lagi. Tidak terasa juga sudah masuk ke tahun ke-5 kerja di perusahaan baja JV antara POSCO Korea dengan PT. Krakatau Steel, PT. Krakatau Posco. Keinginan untuk terus menimba ilmu selalu ada di dada. Sudah menjadi target bahwa setelah menikah, harus start kuliah S2. Cari-cari informasi, meneruskan ke Magister Teknik Informatika di UI. Atau ambil Magister Manajemen di UI atau UGM Jakarta. Namun setelah dihitung dan dianalisis, antara keinginan dan kemampuan waktu, transport dan lain-lain tidak sinkron. Dan ujungnya, coba cek universitas negeri lokal, Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Setelah cek websitenya, ternayata ada sekolah Pascasarjana dengan jurusan MM!!! Lihat jadwal penerimaan dan deadline tinggal 2 hari tutup. Langsung ambil cuti dan meluncur urus berkas pendaftaran. Alhamdulillah lolos tes dan diterima. Tidak terasa juga sudah lewa...