Alhamdulillah, Segala Puji Hanya Bagi Allah Azza Wa Jalla. Sudah lama tidak mengupdate blogspot ini lagi. Tidak terasa juga sudah masuk ke tahun ke-5 kerja di perusahaan baja JV antara POSCO Korea dengan PT. Krakatau Steel, PT. Krakatau Posco. Keinginan untuk terus menimba ilmu selalu ada di dada. Sudah menjadi target bahwa setelah menikah, harus start kuliah S2. Cari-cari informasi, meneruskan ke Magister Teknik Informatika di UI. Atau ambil Magister Manajemen di UI atau UGM Jakarta. Namun setelah dihitung dan dianalisis, antara keinginan dan kemampuan waktu, transport dan lain-lain tidak sinkron. Dan ujungnya, coba cek universitas negeri lokal, Universitas Negeri Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Setelah cek websitenya, ternayata ada sekolah Pascasarjana dengan jurusan MM!!! Lihat jadwal penerimaan dan deadline tinggal 2 hari tutup. Langsung ambil cuti dan meluncur urus berkas pendaftaran. Alhamdulillah lolos tes dan diterima. Tidak terasa juga sudah lewa...
Postingan kali ini diambil dari website favorit saya...yaitu www.rumaysho.com , kepunyaan Ust. M. Abduh Tuasikal. Di antara kita paling sering mendengar murothal atau tilawah quran dari Syaikh ‘Abdurrahman Sudais hafizhohullah. Beliau adalah salah satu imam dan khotib Masjidil Haram, Makkah Al Mukarromah. Lihatlah suaranya begitu merdu dan lantunan qur’annya begitu syahdu. Beliau tidak hanya hafizh quran, namun beliau juga menjadi spesialis ilmu fiqih. Bagaimana cita-cita beliau di masa kecil? Berikut ceritanya. Ketika Syaikh Sudais dalam usia anak-anak, ibunya selalu mengatakan padanya, “Wahai ‘Abdurrahman, hafalkanlah qur’an. Insya Allah engkau akan menjadi imam masjidil Harom.” Demikian dorongan motivasi dari ibunya agar Syaikh Sudais kecil bisa termotivasi menghafalkan qur’an. Lalu setiap kali Syaikh Sudais kecil datang ke Masjidil Harom, ia melihat lebih dekat bagaimanakah tingkah laku imam di sana. Kemudian di pikirannya terbayang, apakah mungkin dia akan seperti itu (...